1). Dalam 1 Mton per hektar memiliki biomassa perbandingan komposisi carbon pada bagian tumbuhan : tegakan, akar dan tanah masing-masing 3 : 0,5 : 21,5 dari 50% biomassa.
dimana :
1 Mton = 1 x 1012
Yang terpakai : 50%, jadi :
50% . 1 x 1012 = 5 x 1011
pada perbandingan komposisi carbon didapat
tegakan : 3 . 5 x 1011 = 15 x 1011
akar : 0,5 . 5 x 1011 = 2,5 x 1011
tanah : 21,5 . 5 x 1011 = 107,5 x 1011
jumlah keseluruhan = 125 x 1011
pada saat dikonservasi carbon dilarutkan sebesar
47% . 125 x 1011 = 58,75 x 1011
Kemudian sisa dari hasil pelarutan tersebut diemisikan ke dalam bentuk CO2 ke udara melalui pembakaran jadi
100% - 47% = 53% yang naik ke udara dimana
(100% - 47%) . 125 x 1011 = 66,25 x 1011
Di saat pelarutan tersebut, didapatkan blooming fitoplankton yang bebas 50% CO2 dari hasil respirasi.
50% . 58,75 x 1011 = 29,375 x 1011
Dengan demikian lahan basah yang dapat dikontribusi untuk memperkaya gas rumah kaca sebesar
66,25 x 1011 + 29,375 x 1011 = 95,625 x 1011
2). Dalam reservoir yang terdapat di pegunungan Meratus memiliki 500 juta m3
500 juta m3 = 500 x 106 m3 perbulan
Jelang presipitasi selama setahun kurang lebih 12 x 109 m3
Selama setahun : 12 x 109 m3
Selama sebulan : 1000 x 106 m3
didapat
500 x 106 m3 + 1000 x 106 m3 = 1500 x 106 m3
Pada daerah aliran sungai (DAS), aquifer yang tersimpan sebagai air tanah kurang lebih 10% dan 20%, dimana
10% . 1500 x 106 = 150 x 106
20% . 1500 x 106 = 300 x 106
Pada peristiwa evaforasi dan evavotranspirasi terjadi perbandingan
3 : 1, dengan hasil penguapan tersebut didapatkan
Total air yang mengalir :
1500 x 106 m3 + 150 x 106 + 300 x 106 = 1950 x 106
Pada perbandingan kedua peristiwa tersebut didapatkan
150 x 106 : 300 x 106
3 1
150 x 106 : 900 x 106
3 3
= 150 x 106 + 900 x 106
= 1050 x 106
Jadi, banyak air yang kembali terlepas melalui peristiwa evaforasi dan evavotranspirasi adalah
1950 x 106 - 1050 x 106 = 900 x 106 m3
3). Permodelan Matematis
Untuk model matematis pada soal no 1, kita dapat melihat di sana bahwa komposisi carbon ditotalkan. Kemudian total tersebut dikalikan dengan beberapa data yang sudah ada. Pembuatan model tersebut di buat seperti di bawah ini :
Z = X ± Y
Ket :
Z : sebagai hasil kontribusi lahan basah
X : hasil pembakaran CO2 yang diemisikan
Y : hasil respirasi CO2 yang keluar ke udara
dimana untuk mencari X itu sendiri dengan
X = A1 x B1
Y = C1 x D1
dapat kita lihat perhitungan pada no 1 jika perhitungan yang di butuhkan adalah penjumlahan [+] dan jika hasil yang ingin dicari sisa yang tidak dibutuhkan [-].
Terlihat dalam no 2 model matematis yang dapat di buat sedemikian rupa hasilnya sebagai berikut :
C = A – B
Ket :
C : air yang terlepas
A : jumlah aliran air
B : jumlah penguapan
dengan mencari
A = X1 +X2 +X3
B = Y1 +Y2
Ket :
X1 : air mengalir
X2 : presipitasi
X3 : aquifer
Y1 : evaforasi
Y2 : evavotranspirasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar